emm hari ini Bandung dingin sampai menembus tulang, bulannya ngeblur ketutupan sama awan dan sekarang jam 10.00 malam. Yups, waktunya buat tidur, tapi aku mau sharing sedikit sama kalian.

Oh ya btw, kalau kalian mau tidur suka dengerin cerita-cerita gitu nggak sih? hehe pasti sebagian dari kalian enggak ya..abisnya kalian ada yang nemenin jadi nggak perlu dengerin. Emmm tapi mungkin sebagian dari kalian sama kayak aku suka denger cerita-cerita atau baca atau dengerin musik sebelum tidur.

Oke langsung aja ya. Hari ini aku abis nyimak salah satu kisah dari wanita sholihah yang insyaallah dijamin masuk surga Allah SWT yaitu Aisyah r.a. Beliau adalah istri  tercinta Nabi Muhammad SAW.

Aisyah adalah seorang wanita berparas cantik dan berkulit putih, sebab itulah beliau sering dipanggil humaira oleh Nabi Muhammad SAW. Selain cantik, beliau juga seorang wanita cerdas yang dipersiapkan Allah SWT sebagai pendamping Nabi Muhammad SAW dalam mengembang amanah risalah yang akan menjadi penyejuk mata dan pelipur lara bagi Nabi Muhammad SAW.

Suatu hari  Malaikat Jibril memperlihatkan wajah Aisyah kepada Nabi Muhammad SAW pada secarik kain sutra berwarna hijau sembari mengatakan “Ia adalah calon istrimu kelak, di dunia dan akhirat.” (Hr. At-Tirmidzi (3880), lihat Shahih Sunan At-Tirmidzi (3041)).

Selain menjadi pendamping yang selalu siap memberi motivasi kepada Nabi ditengah beratnya medan dakwah dan permusuhan dari kaumnya, Aisyah juga tampil sebagai seorang penuntut ilmu yang senantiasa belajar langsung dari sumbernya. Aisyah dikenal telah menguasai berbagai cabang ilmu diantaranya ilmu fikih, syair arab dan kesehatan. Beliau termasuk orang yang telah banyak meriwayatkan hadist sehingga tatkala pembesar para sahabat mendapat permasalahan mereka merujuk kepada Aisyah.

Sebuah hadits yang di riwayatkan Anas ra, menyebutkan bahwa Rasulullah bersabda,”Keutamaan Aisyah atas kaum wanita seperti keutamaan Tsarid atas seluruh makanan.” Beberapa keutamaan Aisyah r.a diantaranya sebagai berikut:

Pertama, beliau adalah satu-satunya istri Nabi Muhammad SAW yang dinikahinya tatkala gadis. Berbeda dengan istri-istri nabi yang lain yang dinikahinya tatkala janda.

Kedua, beliau adalah manusia dari kalangan wanita yang paling dicintai oleh Nabi SAW. Diriwayatkan dalam suatu hadist suatu ketika Amr bin Al-Ash  bertanya kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling engkau cintai ?” Beliau menjawab “Aisyah”. “Dari kalangan laki-laki?” tanya Amr. Beliau menjawab, “Bapaknya”. (Hr. Bukhari (3662) dan Muslim (2384)).

Ketiga, beliau memiliki Ilmu yang tinggi. Para sahabat apabila menjumpai ketidakpahaman masalah agama maka mereka datang kepada Aisyah. Berkata Abu Musa Al Asy’ari “Tidaklah kami kebinggungan tentang suatu hadist lalu kami bertanya kepada Aisyah, kecuali kami mendapatkan jawaban dari sisinya”. (Lihat Shahih Sunan At- Tirmidzi  (3044)).

Keempat, Tayammum disyari’atkan karena Aisyah. Tatkala manusia mencarikan kalungnya yang hilang disuatu tempat hingga datang waktu sholat namun mereka tidak menjumpai air hingga disyari’atkanlah tayammum. Berkata Usaid bin Udair “Itu adalah awal keberkahan bagi kalian wahai keluarga Abu-Bakr.” (Hr. Bukhari (334)).

Kelima, Aisyah adalah wanita yang dibela kesuciannya dari langit ketujuh. Prahara zina yang dilontarkan orang-orang munafik untuk menjatuhkan martabat Nabi Muhammad SAW lewat Aisyah telah tumbang dengan turunnya 16 ayat yang akan senantiasa dibaca hingga hari kiamat. Alah SWT mempersaksikan kesucian Aisyah dan menjanjikannya dengan ampunan dan rezki yang baik. Namun karena kerendahan hatinya, Aisyah mengatakan ” Sesungguhnya perkara yang menimpaku atas diriku itu lebih hina bila sampai Allah SWT berfirman tentangku melalui wahyu yang akan senantiasa dibaca.” (Hr. Bukhari (4141)).

Keenam, Rasulullah SAW meninggal dunia dalam dekapan Aisyah. Tatkala Nabi sakit beliau memilih untuk tinggal di rumah Aisyah dan meninggal dalam dekapan Aisyah.

Ketujuh, Sikap dermawan Aisyah. Urwah Bin Az-Zubair  bercerita, ia mengatakan tentang Aisyah “Aku melihat Aisyah, ia membagi tujuh puluh ribu dirham dan ketika Muawiyah menjadi khalifah, Muawiyah mengirim uang kepada Aisyah sebanyak seratus ribu dirham, dari seratus ribu dirham itu tidak ada satu dirhampun yang disisakan oleh Aisyah”. Pernah suatu ketika Barirah berkata pada Aisyah: “Wahai ibundaku kau sedang berpuasa, kenapa engkau tidak sisakan agar kita bisa membeli daging dengan satu dirham saja” kemudian Aisyah menjawab, ” Kalau kau tadi ingatkan aku, aku akan lakukan itu, maka kalau kau minta akan ku kasih”. Subhanallah..

Itu adalah beberapa keutamaan Aisyah r.a. Semoga Allah SWT meridhoi Aisyah r.a. dan menempatkan beliau pada kedudukan yang tinggi di sisi RabNYA Amin…

 

Advertisements